Minggu, 25 November 2012

Teka-teki Planet Kerdil Makemake Terkuak


PARIS, KOMPAS.com — Penelitian berhasil mengungkap teka-teki planet kerdil di tata Surya, Makemake. Planet itu sebelumnya diduga memiliki atmosfer sama dengan Pluto, tetapi astronom belum bisa membuktikan karena kesulitan dalam observasinya.

Pada 23 April 2011, Makemake melintas atau transit di muka bintang berjarak jauh dari Bumi, NOMAD 1181-0235723. Peristiwa langka dan sulit diprediksi tersebut dimanfaatkan astronom untuk menggali data tentang planet kerdil yang berjarak 53 kali lebih jauh dari jarak Bumi-Matahari itu.

"Saat makemake melintas di muka bintang dan memblokir sinarnya, bintang hilang dan tampak dengan cepat, bukan meredup dan terang kembali secara bertahap. Ini berarti planet ini tak memiliki atmosfer secara signifikan," kata Jose Luis Ortiz dari Instituto de Astrofisica de Andalucia in Spain yang memimpin penelitian.

Astronom sebelumnya menduga, Makemake masih memiliki ketebalan atmosfer yang sama dengan Pluto. Namun, hasil studi ternyata menunjukkan kenyataan berbeda. Atmosfer Makemake ternyata hanya 80-125 juta kali lebih tipis daripada Bumi.

Observasi juga berhasil menemukan beberapa ciri penting dari Makemake. Seperti diberitakan AFP, Rabu (21/11/2012), planet kerdil ini sedikit mendatar pada kutubnya. Diameter planet ini sekitar 1.430 kilometer, membuat ukurannya hanya 2/3 Pluto.

Makemake adalah planet kerdil yang ditemukan pada Maret 2005, beberapa hari setelah Paskah. Planet ini sebelumnya bernama Easterbunny, diambil dari kelinci yang membawa telur Paskah. Nama kemudian diubah menjadi Makemake, berdasarkan nama Dewa Kesuburan dan Kemanusiaan di Easter Island. Planet kerdil Makemake diobservasi dengan teleskop di observatorium di Cile dan Brasil.

Sumber :
Editor :
yunan
sumber http://sains.kompas.com/read/2012/11/22/16585083/Teka-teki.Planet.Kerdil.Makemake.Terkuak

Selasa, 20 November 2012

planet baru yang lebih besar dari jupiter



Sebuah planet raksasa ditemukan lewat pengamatan dengan teleskop Subaru 8 Meter milik Jepang yang berada di Mauna Kea, Hawaii. Planet itu begitu besar sehingga membuat Jupiter, planet terbesar di Tata Surya, tampak kerdil. Ukuran planet itu 13 kali Jupiter.

Planet tersebut mengorbit bintang bernama Kappa Andromedae, sebuah bintang berukuran 2,5 kali Matahari yang berjarak 170 tahun cahaya dari Bumi. Astronom menamai planet berwarma kemerahan itu Kappa Andromedae b atau Kappa And b singkatnya.

Michael McElwain, astronom dari Goddard Space Flight Center NASA, mengungkapkan, ukuran Kappa And b yang besar membuatnya ditempatkan persis dalam batas antara planet raksasa dan bintang gagal yang disebut bintang katai coklat.

"Berdasarkan model konvensional pembentukan planet, Kappa And b gagal membangkitkan energi fusinya yang pada satu titik dikategorikan sebagai bintang katai coklat, bukan planet. Namun, ini belum definitif," kata McElwain seperti dikutip Space, Senin (19/11/2012).

Temuan Kappa And b menantang pemahaman astronom tentang pembentukan planet. Planet raksasa ini terbentuk dengan cara yang sama seperti planet lain dengan ukuran lebih kecil, yakni dari material piringan protoplanet di sekeliling bintang yang baru lahir.

Hal lain yang menarik adalah bintang yang diorbit planet raksasa itu. Astronom mengungkap, usia bintang itu 30 juta tahun, masih relatif muda. Temuan ini menunjukkan bahwa planet raksasa bisa didapati di bintang muda.

Sejauh ini, pengamatan planet berjarak jauh dari Bumi sulit dilakukan sebab gangguan cahaya bintang yang diorbitnya. Planet ini adalah salah satu planet yang berhasil "dipotret" secara langsung dengan pengamatan berbasis cahaya inframerah.

Penasaran dengan letak planet ini? Bintang planet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di rasi Pegassus. Di mana bintang itu berada, di situlah planet eksis mengelilinginya. Temuan ini akan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2012/11/21/06120112/Planet.Raksasa.Baru.Mengerdilkan.Ukuran.Jupiter